Kerangka skripsi adalah daftar isi yang sudah kamu isi dengan poin-poin isi tiap bab. Dengan kerangka, kamu berhenti bertanya “mau nulis apa ya” setiap kali membuka laptop. Panduan ini menunjukkan urutan bab, isi tiap bagian, dan contoh kerangka sederhana yang bisa langsung kamu pakai.
Kenapa Kerangka Skripsi Sebaiknya Dibuat Sebelum Menulis
Banyak mahasiswa langsung menulis Bab 1 karena merasa itulah bab pertama. Akibatnya, arah penelitian berubah di tengah jalan dan bab-bab sebelumnya harus dirombak. Kerangka memaksa kamu memikirkan alur seluruh skripsi dulu: masalah apa yang diangkat, data apa yang dibutuhkan, dan kesimpulan seperti apa yang ingin dicapai.
Kerangka juga mempercepat bimbingan. Pembimbing bisa membaca satu halaman kerangka dan langsung memberi koreksi arah, daripada membaca 20 halaman naskah yang ternyata melenceng dari topik. Sebelum menyusun kerangka, pastikan topikmu sudah matang. Kalau masih ragu, baca dulu panduan memilih topik skripsi yang layak diteliti supaya kerangka tidak dibangun di atas topik yang terlalu luas.
Urutan Bab dan Isi Singkatnya
Struktur skripsi di Indonesia umumnya mengikuti pola lima bab. Nama dan urutan bisa berbeda antar kampus, jadi cek pedoman penulisan fakultasmu. Berikut gambaran kasarnya:
- Bab 1 Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan batasan penelitian.
- Bab 2 Tinjauan Pustaka: teori dan penelitian terdahulu yang jadi dasar argumenmu.
- Bab 3 Metode Penelitian: pendekatan, sumber data, teknik pengumpulan, dan cara analisis.
- Bab 4 Hasil dan Pembahasan: temuan lapangan atau analisis data, lalu dibahas dengan teori di Bab 2.
- Bab 5 Penutup: kesimpulan yang menjawab rumusan masalah dan saran untuk penelitian lanjutan.
Kerangka kamu belum perlu kalimat lengkap. Cukup subjudul dan satu-dua poin per bagian. Fungsinya seperti peta: menunjukkan mana yang sudah selesai dan mana yang masih kosong.
Langkah Menyusun Kerangka Skripsi dari Nol
1. Tulis rumusan masalah lebih dulu
Rumusan masalah adalah pusat gravitasi skripsi. Semua bab harus menjawab pertanyaan ini. Coba tulis tiga sampai lima pertanyaan penelitian dalam bentuk kalimat tanya. Dari situ, kamu bisa menurunkan tujuan penelitian dan batasan masalah tanpa menebak-nebak.
2. Petakan teori yang akan dipakai di Bab 2
Buat daftar konsep yang benar-benar relevan dengan rumusan masalah. Misalnya, kalau kamu meneliti minat beli konsumen, kerangka teori bisa mencakup variabel yang kamu ukur dan hubungan antar variabel. Jangan masukkan semua teori yang pernah kamu pelajari di kelas, cukup yang akan dipakai untuk membahas hasil. Cara menyusunnya lebih rinci ada di panduan menyusun landasan teori skripsi tanpa bingung.
3. Tentukan metode di Bab 3
Pilihan metode menentukan jenis data dan lamanya penelitian. Penelitian kuantitatif dengan kuesioner butuh waktu berbeda dari wawancara mendalam. Di kerangka, tulis siapa respondennya, berapa jumlah minimalnya, dan bagaimana data akan dianalisis. Rincian tiap komponen metodologi bisa kamu ikuti di artikel cara menulis metodologi penelitian skripsi yang rapi.
4. Rancang isi Bab 4 sebelum data terkumpul
Ini bagian yang sering dilewatkan pemula. Padahal, dengan menuliskan subjudul Bab 4 lebih awal, kamu tahu tabel atau grafik apa yang harus dihasilkan nanti. Contoh subjudul: karakteristik responden, hasil uji instrumen, hasil uji hipotesis, dan pembahasan. Kalau subjudul ini sudah ada, proses analisis data jadi lebih terarah.
5. Susun kerangka penutup
Bab 5 isinya kesimpulan per rumusan masalah dan saran. Tulis di kerangka: “kesimpulan 1 menjawab rumusan masalah 1”, dan seterusnya. Saran sebaiknya menyasar pihak yang benar-benar terlibat dalam penelitianmu, misalnya lembaga tempat kamu mengambil data, bukan saran umum yang berlaku untuk semua orang.
Contoh Kerangka Sederhana
Berikut contoh kerangka untuk penelitian kuantitatif tentang pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan di sebuah kafe. Anggap saja ini latihan agar kamu tahu bentuknya.
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah (3 pertanyaan)
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Batasan Penelitian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kualitas Layanan
2.2 Kepuasan Pelanggan
2.3 Hubungan Antar Variabel
2.4 Penelitian Terdahulu
2.5 Kerangka Pemikiran
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Teknik Pengumpulan Data
3.4 Instrumen Penelitian
3.5 Teknik Analisis Data
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Responden
4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas
4.3 Hasil Analisis Data
4.4 Pembahasan
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
5.3 Keterbatasan Penelitian
Kerangka seperti ini cukup satu halaman. Kamu bisa menempelkannya di dekat meja belajar dan mencentang bagian yang sudah selesai ditulis.
Kesalahan Umum Saat Menyusun Kerangka
Kerangka yang terlalu gemuk sering jadi masalah. Memasukkan sepuluh teori di Bab 2 membuat naskah membengkak tanpa arah. Sebaliknya, kerangka terlalu tipis membuat kamu bingung saat menulis karena tidak tahu harus menjelaskan apa.
Kesalahan lain adalah membuat kerangka tanpa memahami pedoman kampus. Setiap fakultas punya aturan sendiri soal penomoran subbab, jumlah minimal sumber, dan format tabel. Buka pedoman penulisan sebelum menyusun kerangka, bukan setelah naskah selesai.
Ada juga yang menyusun kerangka dari judul penelitian orang lain karena terlihat rapi. Masalahnya, struktur penelitian orang lain belum tentu cocok dengan rumusan masalahmu. Pinjam idenya, tapi sesuaikan isinya.
Kebiasaan Kecil yang Membantu Kerangka Selesai
Setiap kali membaca jurnal, catat satu kalimat tentang isinya dan simpan di dokumen terpisah. Lama-lama catatan itu menjadi bahan Bab 2 tanpa kamu sadar. Kebiasaan mencatat juga berguna saat menyusun daftar pustaka nanti, seperti dijelaskan di panduan menyusun daftar pustaka skripsi dengan benar.
Kalau kamu lebih nyaman menulis bebas dulu, coba tuangkan ide dalam bentuk catatan harian atau blog pribadi sebelum merapikannya menjadi kerangka formal. Cara ini membantu mengurai pikiran yang masih berserakan. Ada perbandingan menarik soal kebiasaan ini di artikel menulis di blog atau buku harian untuk siswa yang prinsipnya mirip dengan menulis kerangka skripsi.
Untuk pemula, target realistis adalah menyelesaikan kerangka dalam satu sampai dua minggu, bukan satu hari. Sisihkan waktu membuka kembali jurnal dan memeriksa pedoman kampus di sela-sela penyusunan.
Ringkasan
Kerangka skripsi dibuat dengan menentukan rumusan masalah lebih dulu, lalu mengisi teori di Bab 2, metode di Bab 3, rancangan Bab 4, dan kerangka penutup. Cukup satu halaman berisi subjudul dan poin singkat. Setelah kerangka selesai, menulis naskah menjadi lebih mudah karena setiap sesi menulis punya tujuan yang jelas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kerangka skripsi harus sama persis dengan pedoman kampus?
Ya, urutan dan penomoran subbab sebaiknya mengikuti pedoman fakultas. Isi kerangka bisa kamu kembangkan sendiri, tetapi formatnya harus sesuai aturan yang berlaku agar tidak perlu dirombak di akhir.
Berapa banyak teori yang perlu masuk kerangka Bab 2?
Cukup teori yang langsung dipakai untuk membahas variabel dan menjawab rumusan masalah. Kalau suatu teori tidak akan muncul lagi di Bab 4, kemungkinan besar tidak perlu dimasukkan.
Bolehkah kerangka berubah saat penelitian berjalan?
Boleh, karena data lapangan kadang memaksa penyesuaian. Kabari pembimbing saat mengubah arah kerangka, terutama jika menyangkut rumusan masalah atau metode, supaya perubahan itu disetujui sejak awal.