Baca bagian abstrak dan kesimpulan dulu, lalu putuskan apakah jurnal itu layak dibaca lebih dalam. Banyak mahasiswa menghabiskan berjam-jam membaca halaman per halaman, lalu lupa isinya. Padahal ada cara membaca jurnal untuk skripsi yang lebih efisien.
Panduan ini membahas langkah praktis membaca jurnal, dari memilih artikel, membaca cepat, sampai mencatat temuan yang bisa dikutip.
Mulai dari Abstrak dan Kesimpulan
Abstrak memberi tahu apa yang peneliti lakukan, bagaimana caranya, dan apa hasilnya. Kesimpulan mengulang temuan utama. Dari dua bagian ini kamu bisa menilai apakah jurnal tersebut relevan dengan topik skripsimu.
Kalau setelah membaca abstrak kamu masih bingung, baca bagian pendahuluan. Di situ peneliti menjelaskan masalah yang ingin dipecahkan. Jangan membaca seluruh pendahuluan untuk setiap jurnal. Cukup dua atau tiga paragraf pertama.
Baca Metode Secara Sekilas
Bagian metode menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis. Untuk skripsi, kamu tidak perlu memahami setiap detail statistik. Fokus pada jenis penelitian, jumlah partisipan, dan cara pengambilan data.
Kalau metode yang digunakan mirip dengan rencanamu, jurnal ini bisa jadi rujukan metodologi. Kalau metodenya jauh berbeda, kamu tetap bisa mengutip temuannya sebagai pembanding.
Catat Temuan yang Relevan
Siapkan catatan atau dokumen terpisah. Tulis satu kalimat ringkasan temuan, satu kalimat tentang metode, dan satu kutipan langsung jika perlu. Cantumkan juga halaman tempat kutipan itu berada.
Catatan seperti ini sangat membantu saat menyusun paragraf skripsi yang runtut. Kamu tidak perlu membuka ulang jurnal hanya untuk mencari satu kalimat.
Gunakan Tiga Lapis Membaca
Ada tiga lapis membaca jurnal yang bisa kamu terapkan:
- Lapis pertama: baca judul, abstrak, dan kesimpulan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 5 menit per jurnal.
- Lapis kedua: baca pendahuluan, metode, dan temuan utama. Sekitar 15 menit per jurnal.
- Lapis ketiga: baca seluruh bagian dengan teliti, termasuk tabel dan lampiran. Hanya untuk jurnal yang benar-benar menjadi rujukan utama.
Dengan cara ini, kamu bisa menyaring puluhan jurnal tanpa kehabisan waktu.
Hubungkan dengan Rumusan Masalah
Setiap kali membaca jurnal, tanyakan: bagian mana yang menjawab rumusan masalahku? Kalau tidak ada, cukup catat sebagai bacaan tambahan. Jangan paksakan mengutip jurnal yang tidak relevan hanya karena sudah susah payah membacanya.
Kalau kamu masih menyusun kerangka, baca dulu panduan cara membuat kerangka skripsi untuk pemula agar arah bacaanmu lebih jelas.
Manfaatkan Alat Bantu, Tapi Tetap Verifikasi
Aplikasi manajemen referensi seperti Zotero atau Mendeley bisa membantu menyimpan dan mengutip jurnal. Jangan hanya mengandalkan fitur impor. Periksa kembali metadata (judul, penulis, tahun) karena kadang ada kesalahan.
Untuk mencari jurnal, gunakan Google Scholar atau database kampus. Kata kunci yang spesifik akan menghemat waktu. Misalnya, tambahkan kata “Indonesia” atau “mahasiswa” jika topikmu kontekstual.
Kalau kamu juga perlu menulis ide dari kejadian sehari-hari untuk tugas lain, ada panduan cara menulis ide blog dari kejadian sehari-hari yang bisa kamu adaptasi.
Buat Matriks Literatur Sederhana
Matriks literatur adalah tabel berisi judul jurnal, penulis, tahun, metode, temuan, dan relevansi dengan skripsimu. Kamu bisa membuatnya di spreadsheet. Contoh kolom:
| Judul | Penulis (Tahun) | Metode | Temuan | Relevansi |
|---|---|---|---|---|
| … | … | … | … | … |
Dengan matriks ini, kamu bisa melihat pola dan celah penelitian. Dosen pembimbing juga akan lebih mudah memahami mengapa kamu memilih jurnal-jurnal tersebut.
Jangan Lupa Istirahat dan Diskusi
Membaca jurnal terus-menerus bisa membuat mata lelah dan pikiran buntu. Ambil jeda setiap 45 menit. Diskusikan temuan dengan teman atau dosen. Terkadang penjelasan sederhana dari orang lain justru membantumu memahami bagian yang sulit.
Kalau nanti dosen meminta revisi, hadapi dengan tenang. Ada tips cara menghadapi revisi skripsi dari dosen pembimbing yang bisa kamu baca.
Untuk kamu yang sedang menyiapkan beasiswa, keterampilan membaca jurnal juga berguna saat menghadapi wawancara. Simak cara menghadapi wawancara beasiswa dengan tenang agar lebih siap.
Ringkasan
Membaca jurnal untuk skripsi tidak perlu menghafal semua isinya. Mulai dari abstrak dan kesimpulan, baca metode secara sekilas, catat temuan yang relevan, dan hubungkan dengan rumusan masalah. Gunakan matriks literatur dan alat bantu referensi. Dengan begitu, waktu membaca lebih efisien dan kutipanmu lebih terarah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak jurnal yang harus dibaca untuk skripsi?
Tidak ada angka pasti. Umumnya, 15-30 jurnal sudah cukup untuk skripsi S1, tergantung topik. Yang penting kualitas dan relevansi, bukan jumlah.
Apakah boleh mengutip jurnal yang tidak membaca seluruh isinya?
Boleh, asalkan kamu membaca bagian yang dikutip dan memahami konteksnya. Jangan mengutip dari abstrak saja tanpa memeriksa bagian hasil atau pembahasan.
Bagaimana cara cepat menemukan jurnal yang relevan?
Gunakan kata kunci spesifik di Google Scholar atau database kampus. Batasi tahun terbit jika perlu. Lihat juga daftar pustaka dari jurnal yang sudah kamu baca untuk menemukan referensi lain.