Cara Menulis Abstrak Skripsi yang Ringkas dan Jelas

Abstrak adalah bagian skripsi yang paling sering dibaca orang dan paling sering ditulis paling terakhir. Kamu perlu meringkas seluruh penelitian ke dalam satu halaman, dan pembaca harus paham penelitianmu hanya dari halaman itu. Cara menulis abstrak skripsi yang aman: tulis setelah skripsi selesai, isi dengan urutan masalah, tujuan, metode, hasil, lalu kesimpulan.

Kenali dulu fungsi abstrak

Abstrak bukan pengantar. Pengantar bercerita panjang soal latar belakang dan alasan kamu memilih topik. Abstrak berdiri sendiri: siapa pun yang membaca hanya abstrak harus tahu apa yang kamu teliti, bagaimana kamu menelitinya, dan apa yang kamu temukan.

Karena sifatnya ringkasan, abstrak tidak memuat rujukan, tabel, dan pembahasan teori. Kalau kamu menemukan diri sendiri menulis nama penulis lain di abstrak, biasanya bagian itu bisa dihapus.

Fungsi praktisnya ada dua. Pertama, dosen pembimbing dan penguji membaca abstrak untuk memutuskan apakah skripsimu layak lanjut ke sidang. Kedua, katalog perpustakaan dan basis data kampus memakai abstrak sebagai ringkasan resmi karyamu, jadi abstrak yang buruk membuat penelitian bagus sulit ditemukan orang.

Urutan isi abstrak skripsi

Abstrak punya alur yang hampir selalu sama. Kamu bisa mengikuti urutan ini sebagai kerangka, lalu menyesuaikannya dengan gaya kampusmu.

1. Latar masalah dan tujuan

Satu sampai dua kalimat saja. Sebutkan masalah yang kamu angkat dan tujuan penelitianmu. Hindari membuka dengan kalimat umum seperti “pendidikan sangat penting bagi bangsa”. Pembaca abstrak ingin tahu topik spesifikmu, bukan pidato.

Contoh pola: penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh X terhadap Y pada siswa kelas Z di sekolah A.

2. Metode penelitian

Jelaskan pendekatan yang kamu pakai, jenis penelitiannya, subjek atau sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisisnya. Tulis dalam dua sampai tiga kalimat. Pembaca tidak perlu tahu jadwal penelitian atau jumlah revisi yang kamu alami.

3. Hasil penelitian

Bagian ini yang paling sering ditulis terlalu tipis. Sebutkan temuan utama, arah hubungan antar variabel, atau pola yang muncul dari data. Kalau penelitianmu kuantitatif, sebutkan hasil uji utamanya secara ringkas tanpa menumpuk angka. Kalau kualitatif, sebutkan kategori atau tema besar yang kamu temukan.

4. Kesimpulan dan saran

Tutup dengan simpulan inti dan, bila perlu, satu saran singkat untuk pihak terkait. Jangan menambahkan harapan normatif yang tidak berasal dari data, misalnya “semoga penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak”.

Contoh kerangka abstrak

Kalau bingung mulai dari mana, isi kerangka berikut dengan datamu sendiri. Jangan menyalin contoh abstrak dari internet, karena struktur dan gaya tiap kampus berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk [tujuan].
Masalah yang diangkat adalah [masalah].
Metode yang digunakan adalah [jenis dan pendekatan],
dengan subjek [subjek/sampel] dan teknik analisis [analisis].
Hasil penelitian menunjukkan bahwa [temuan utama 1]
dan [temuan utama 2].
Simpulan penelitian ini adalah [simpulan].
Penelitian selanjutnya disarankan [saran].

Setelah kerangka terisi, barulah kamu rapikan bahasanya. Baca ulang dengan asumsi pembaca tidak tahu apa pun soal skripsimu, lalu tandai kalimat yang masih menimbulkan pertanyaan.

Batas kata dan kata kunci

Panjang abstrak biasanya berkisar 150 sampai 250 kata untuk satu paragraf, tapi ini bergantung aturan kampus. Beberapa kampus meminta abstrak dua bahasa dengan versi bahasa Inggris di halaman berikutnya. Periksa pedoman penulisan skripsi di jurusanmu sebelum menulis, karena menebak-nebak hanya menambah revisi.

Di bawah abstrak, cantumkan kata kunci. Isinya tiga sampai lima istilah yang benar-benar mewakili topik, bukan frasa panjang bertele-tele. Pilih istilah yang kemungkinan besar dipakai orang lain saat mencari penelitian serupa. Kata kunci yang baik membantu karyamu ditemukan di repositori kampus.

Kesalahan yang paling sering muncul

Sebagian besar revisi abstrak terjadi karena beberapa hal yang berulang. Periksa daftar ini sebelum kamu menyerahkan naskah ke pembimbing.

  • Memuat rujukan, tabel, atau gambar yang tidak bisa dibaca berdiri sendiri.
  • Menjelaskan teori panjang-panjang, padahal bagian itu tugas landasan teori. Kalau kamu masih mencampur keduanya, baca cara menyusun landasan teori skripsi supaya batasnya jelas.
  • Menulis hasil tanpa angka atau temuan konkret, misalnya hanya “hasil penelitian sesuai dengan hipotesis”.
  • Memakai kata ganti orang pertama, seperti “saya menemukan” atau “kami menyimpulkan”.
  • Menerjemahkan abstrak Indonesia ke Inggris kata per kata sampai kalimatnya sulit dipahami.
  • Menyalin kalimat pembuka bab satu bulat-bulat ke abstrak.

Masalah bahasa

Gunakan kalimat pendek dan kata kerja aktif. Kalimat pasif boleh dipakai seperlunya, terutama saat menyebut perlakuan dalam penelitian. Hindari istilah yang terdengar muluk tapi kosong, seperti “optimal”, “signifikan sekali”, atau “sangat luar biasa”, kalau tidak disertai angka pendukung.

Konsistensi istilah juga penting. Kalau di abstrak kamu menyebut “peserta didik”, jangan berganti ke “siswa” di tengah paragraf. Pembaca akan mengira keduanya merujuk pada hal berbeda.

Masalah format

Cek jumlah kata, spasi, jenis huruf, dan margin sesuai pedoman kampus. Abstrak biasanya ditulis satu spasi meski isi skripsi satu setengah spasi. Untuk sitasi dalam naskah secara umum, kamu bisa merujuk ke panduan format penulisan sitasi APA dan MLA, meski abstrak sendiri umumnya bebas sitasi.

Langkah praktis menulis abstrak

  1. Selesaikan dulu bab hasil dan pembahasan, karena abstrak butuh temuan final.
  2. Tandai satu kalimat kunci di tiap bab: masalah, tujuan, metode, hasil, simpulan.
  3. Susun kelima kalimat itu jadi satu paragraf utuh tanpa melihat naskah lagi.
  4. Pangkas kata mubazir, terutama pengulangan dan kata sifat yang tidak menambah informasi.
  5. Baca keras-keras untuk mengecek kelancaran kalimat.
  6. Minta teman satu jurusan membaca abstrakmu, lalu tanyakan apa yang dia pahami.
  7. Sesuaikan versi bahasa Inggris setelah versi Indonesia disetujui pembimbing.

Menulis abstrak memang terasa sulit karena kamu harus memadatkan puluhan halaman jadi beberapa kalimat. Kerjakan bertahap, dan jangan menunggu sempurna di draft pertama. Revisi abstrak yang normal biasanya dua sampai tiga kali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan sebaiknya abstrak ditulis?

Setelah bab hasil dan pembahasan selesai, atau setidaknya setelah data selesai dianalisis. Menulis abstrak di awal membuat kamu menebak-nebak hasil dan berpotensi menulis temuan yang tidak sesuai data akhir.

Apakah abstrak perlu mencantumkan sitasi?

Tidak. Abstrak adalah ringkasan mandiri, jadi rujukan tidak dicantumkan di dalamnya. Jika kamu merasa perlu menyebut teori tertentu, sebut konsepnya saja tanpa sumber, atau pindahkan bagian itu ke landasan teori.

Berapa jumlah kata kunci yang ideal?

Umumnya tiga sampai lima kata kunci. Pilih istilah spesifik yang menggambarkan variabel, subjek, dan lokasi penelitian. Hindari kata kunci yang terlalu umum karena tidak membantu pencarian dan tidak membedakan skripsimu dari karya lain.